Perubahan Sosial Masyarakat Petani Rumput Laut Menjadi Petani Palawija Di Kelurahan Majapahit – Batauga, Kabupaten Buton Selatan

Authors

  • Hatini Amin Universitas Dayanu Ikhsanuddin
  • Zuriati Zuriati Program Studi Sosiologi Universitas Dayanu Ikhsanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55340/jsm.v1i1.1218

Keywords:

Perubahan Sosial,, Petani Rumput Laut, Perubahan Produksi

Abstract

ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang perubahan sosial masyarakat petani rumput laut Majapahit – Batauga (Buton Selatan). Pembangunan infrastruktur talud (pemecah ombak) menyebabkan hilangnya sarana produksi, area laut dangkal, sebagai lahan budidaya komoditinya, sehingga memaksa mereka untuk mengalihkan diri ke petani perkebunan Palawija. Penelitian ini menganalisis perubahan sosial para petani dalam dua konteks. Pertama, bentuk perubahan sosial pada proses alienasi ruang produksi rumput laut. Kedua, bentuk perubahan sosial paska tersingkirnya petani dari ruang produksinya dan beradaptasi dalam ruang produksi baru, perkebunan palawija. Kedua aspek tersebut dianalisis menggunakan teori fungsionalisme struktural, dengan konsep AGIL (Adaptation, Goal, Integration, Latency). Penelitian ini menggunakan metode narasi deskriptif dari jenis pendekatan kualitatif. Sumber data primer penelitian ini yaitu observasi dan wawancara langsung dengan kelompok masyarakat petani rumput laut Majapahit – Batauga dan instansi pemerintah daerah tingkat kelurahan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amiruddin, L. (2022). Personal Interview With Participant.

Goi, C. L. (2009). Cyberculture: Impacts on netizen. Asian Culture and History, 1(2), 140.

Jenks, C. (2005). Subculture : The Fragmentation of the Social. SAGE Publications.

Jumuna, L. (2022). Personal Interview With Participant. Majapahit, Batauga (Buton Selatan).

Kelurahan Majapahit. (2022). Personal Interview With Kelurahan Majapahit.

La Ode Malu, La Jamira, L. O. K. (2022). Personal Interview dengan Petani Palawija - (Masyarakat Majapahit Pesisir).

Malu, L. (2022). Personal Interview With Participant. By Researcher.

Mustafa, L. O. (2022). Personal Interview With Participant.

Pertiwi, W. F. T. (2016). Perubahan Mata Pencaharian Masyarakat Dusun Sremo Pasca Dibukanya Kawasan Wisata Waduk Sermo di Kabupaten Kulon Progo. Jurusan Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Yogyakarta Yogyakarta.

Pleasant, J. (1995). A Review of Subculture and Its Role in Marketing. Journal of Business and Economic Issues.

Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (1997). Consumer behavior. Singapura Publiser: Prentice Hall.

Soekanto, S. (2007). Sosiologi: Suatu Pengantar. PT Grafindo Persada.

Sztömpka, P. (2017). Sosiologi Perubahan Sosial (Alimadan (ed.); 8th ed.). Kencana.

Turama, A. R. (2020). Formulasi teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons. EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies, 2, 58–69.

Yanti, M. (2013). Dampak Pembangunan PLTU Terhadap Perubahan Mata Pencaharian Masyarakat Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Universitas Teuku Umar Meulaboh.

Yinger, J. M. (1960). Contraculture and Subculture. American Sociological Review, 25(5), 625. https://doi.org/10.2307/2090136

Downloads

Published

2023-07-14

Issue

Section

Articles