PENGARUH PERBANDINGAN AGREGAT KASAR BATU PECAH (SPLIT) DAN AGREGAT KASAR BATU ALAMI DESA NGAPAEA KABUPATEN BUTON UTARA

Authors

  • Abdul Widayat Abzarih Universitas Dayanu Ikhsanuddin

DOI:

https://doi.org/10.55340/jmi.v8i2.640

Keywords:

Kuat Tekan, Batu Pecah (split), Batu Alami

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan terhadap campuran beton menggunakan agregat kasar batu pecah dan agregat kasar batu alami dari desa Ngapaea Kabupaten Buton Utara. Dalam penelitian ini perbandingan campuran beton menggunakan agregat kasar batu pecah (split) dan agregat kasar batu alami memiliki komposisi campuran yaitu komposisi untuk campuran beton menggunakan agregat kasar batu pecah adalah 0,96 kg air, 1,94 kg semen, 3,34 pasir dan 5,61 kg batu pecah sedangkan komposisi untuk campuran beton menggunakan batu alami adalah 0,95 kg air, 1,94 kg semen, 3,66 kg pasir, dan 5,33 kg batu alami dengan fas 0,56. Pengujian dilakukan pada umur perawatan 3, 7, dan 28 hari, dengan dimensi benda uji silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, setiap komposisi dibuat dengan 15 benda uji dimana jumlah keseluruhan sebanyak 30 benda uji. Hasil  pengujian kuat tekan beton  menggunakan agregat kasar batu pecah (split) lebih meningkat kuat tekannya bila dibandingkan dengan penggunaan material agregat kasar batu alami pada tiap-tiap umur. Hal ini dapat dilihat pada pengujian kuat tekan beton menggunakan batu pecah (split) umur 3 hari sebesar 105,04 kg/cm², umur 7 hari sebesar 140,82 kg/cm², dan umur 28 hari sebesar 230,85 kg/cm², sedangkan penggunaan material batu alami umur 3 hari sebesar 95,80 kg/cm², umur 7 hari sebesar 133,89 kg/cm², dan umur 28 hari sebesar 222,19 kg/cm².

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim., 1991. SNI T-15-1990-03. Tata Pembuatan Campuran Beton Normal, Departemen Pekerjaan Umum, Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung.

Bulgis, R. B. A., 2003. Pemanfaatan Agregat Alami Dan Agregat Batu Pecah Sebagai Material Perkerasan Pada Campuran Aspal Beton. Jurnal Teknik,II(03), pp.23-32

Badan Standarisasi Nasional (2000), Semen Portland SNI 15-2049-2000.

Departemen Pekerjaan Umum (1990). SK SNI 03-1974-1990 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton, Jakarta.

Dipohusodo, Istiawan. (1999). Struktur Beton Bertulang. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Ginting, a., 2017. perbandingan kuat tekan beton menggunakan agregat jenuh kering muka dengan agregat kering udara. jurnal teknik, pp. 1-77.

Hartono, 2013. Studi Kuat Tekan Beton Dengan Agregat Kasar Dari Batu Kapur. GEMA TEKNOLOGI, XVII(13), pp. 139-143.

Hidayat, Arifal., 2014, Perbandingan Job Mix Design Beton Metode DOE Dan ASTM.

I Made Alit Karyawan Salain Mei 2009, Pengaruh Jenis Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton

Masril, 2018. Perbandingan Kuat Tekan Beton Antara Perbandingan Agregat Kasar Batu Pecah (split) Dan Batu Alam Palembayan Untuk Beton Struktur. Rang Teknik Journal, 1 (2018), pp. 52-57.

Mulyono, Tri., (2004). TEKNOLOGI BETON. Penerbit ANDI.Yogyakarta.

Nugraha, P dan Antoni, Adi K., 2007, Teknologi Beton, Andi, Yogyakarta.

Priyono, y. y., 2014. pengaruh penggunaan styrofoam sebagai pengganti agregat kasar terhadap kuat tekan beton. jurnal konstruksia, Volume 5 nomor II, pp. 55-60.

Salain, I. M. A. K., 2009. Pengaruh Jenis Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Teknik Sipil, III(Konteks 3), pp. 167-172.

SK SNI 03-1968-1990 : “Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus Dan Kasar “.

SK SNI 03-1968-1990: “Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus Dan Agregat Kasar.”

SK SNI 03-1970-1990: “Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Agregat Halus Dan Kasar.”

SK SNI 03-1971-1990: “Metode Pengujian Kadar Air Agregat .”

SK SNI 03-1974-1990: “Metode Pengujian Kuat Tekan Beton .”

Downloads

Published

2019-10-29